1. Tingkat Pengangguran 5,0% - 5,7%
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia pada Februari 2023 sebesar 5,32%. Pertumbuhan ekonomi yang melambat tidak mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru yang cukup untuk menampung angkatan kerja yang terus bertambah.Pemerintah Indonesia menargetkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada tahun 2024 berada di kisaran 5%-5,7%. Target ini tertuang dalam Rancangan Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2024 yang telah disepakati oleh pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan melakukan beberapa upaya, antara lain:Meningkatkan pertumbuhan ekonomi,Meningkatkan kualitas angkatan kerja, dan Menciptakan lapangan kerja baru.
2. Indeks Pembangunan Manusia 73,99 - 74,02
Indeks Pembagunan Manusia (IPM) merupakan indikator komposit yang mengukur pencapaian pembangunan manusia di suatu wilayah.Pemerintah perlu melakukan upaya untuk meningkatkan IPM di semua wilayah di Indonesia, seperti meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan, membangun infrastruktur, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
3. Tingkat Kemiskinan 6,5% - 7,5%
Pemerintah Indonesia menargetkan tingkat kemiskinan (TK) di kisaran 6,5% - 7,5% pada tahun 2024. Untuk mencapai target ini, pemerintah telah meluncurkan berbagai program pengentasan kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan ekonomi, dan menciptakan lapangan kerja baru. Tantangan yang dihadapi antara lain ketidakpastian ekonomi global, ketidakcocokan keterampilan, dan keterbatasan akses pendidikan dan pelatihan
4. Gini Ratio 0,374 - 0,377
Rasio Gini atau koefisien adalah alat mengukur derajat ketidakmerataan distribusi penduduk. Target Gini Ratio 0,374 - 0,377 pada tahun 2024 merupakan target yang ambisius namun achievable. Pemerintah perlu melakukan berbagai upaya untuk mencapai target tersebut, dengan tetap memperhatikan berbagai tantangan yang dihadapi.
5. Nilai Tukar Petani 105-108
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib). NTP menunjukkan tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP nasional 105-108 menunjukkan bahwa petani mengalami keuntungan. Upaya yang dapat dilakukan dengan membangun Infrastruktur yang baik dapat membantu petani dalam mengangkut hasil panennya ke pasar dan menekan biaya produksi Sehingga petani memiliki kemampuan untuk membeli lebih banyak barang dan jasa dengan hasil panennya. Selain itu, Petani terdorong untuk meningkatkan produksi karena hasil panennya memberikan keuntungan.
6. Nilai Tukar Nelayan 107 - 110
NTN 107 - 110 menunjukkan bahwa nelayan mengalami keuntungan, meskipun keuntungan tersebut relatif kecil. Upaya untuk meningkatkan NTN perlu dilakukan agar nelayan dapat mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan meningkatkan kesejahteraannya.

0 Comments